Ujian Pertama Bagi Mualaf Itu, Dimiskinkan Allah dari Sisi Ekonomi

Ujian pertama dari Allah bagi para mualaf itu adalah miskin. Sebaliknya, bagi para murtad justru dikasih dunia dan kekayaan.

Ujian Pertama Bagi Mualaf Itu, Dimiskinkan Allah dari Sisi Ekonomi

Koh Steven Indra Wibowo foto Google

Wowsiap.com - Ujian pertama dari Allah bagi para mualaf itu adalah miskin. Sebaliknya, bagi para murtad justru dikasih dunia dan kekayaan. Jika belum lolos ujian pertama itu belum ditambah ujian lainnya oleh Allah.

Demikian hal ini disampaikan pendiri Mualaf Center Indonesia, Steven Indra Wibowo seperti dilansir wowsiap.com dari akun sosial media pejuang subuh, Minggu (16/10/2022).

Pria keturunan China dan akrab dipanggil Koh Steven ini mengatakan setiap mualaf itu sebaiknya dan sangat memerlukan pendamping agar tetap konsisten dalam memeluk islam.

"Makanya di mualaf center itu ada pembina mualaf dan pendamping mualaf. Pembina mualaf itu mengajarkan ini shalat dan tata cara melakukan, ini bacaannya shalat,  ini cara wudhu yang baik. Mualaf itu tidak hanya diajari tapi juga perlu teman untuk bercerita. Nah ini tugasnya pendamping. Jika tidak ada pembina dan pendamping seperti itu dikhawatirkan dalam 1 bulan bisa kembali murtad lagi orang tersebut, " kata koh Steven Indra Wibowo.

Pria yang masuk Islam dengan ucapkan dua kalimat syahadat pada tanggal 6 Desember tahun 2000 itu menjelaskan fungsi dari pendamping mualaf sangat penting.

"Penting sekali mendengarkan cerita dari mualaf ituitu apa alasannya masuk islam. Setelah belajar islam fungsi dari pendamping perlu menanyakan kondisi keseharian mualaf itu baik dari sisi keluarga atau pun kawan-kawannya, pendamping itu fungsinya selain mendengarkan juga selalu berusaha memahami, " kata koh Steven Indra Wibowo.

Tugas dari mualaf center itu tidak hanya itu saja. Koh Steven menambahkan siapapun mualaf atau orang yang sudah masuk islam itu harus terus diikuti sampai dia wafat. Tujuannya hanya satu jangan sampai diwafatkan dalam keadaan yang tidak islam.

"Tugas dari mualaf center itu bukan hanya itu saja. Melainkan harus dilihat jangan sampai orang yang sudah mualaf itu diwafatkan dalam keadaan tidak islam. Kalau perlu kita rebut jenazahnya untuk dimakamkan secara islam. Jangan sampai disuntik formalin, jangan sampai dibakar jenazahnya, dan jangan sampai ada tarian saat proses pemakaman. Fardhu kifayahnya harus berdiri dan dilaksanakan, "pungkasnya.

Mualaf Center Indonesia koh Steven Steven Indra Wibowo islam Allah mualaf mualaf center kalimat syahadat miskin ujian fardhu kifayah pendamping mualaf