Simak! Nyeri Menelan lagi Kelelahan Berlebih Menjadi Ciri Gejala Varian Omicron

Simak! Nyeri Menelan lagi Kelelahan Berlebih Menjadi Ciri Gejala Varian Omicron Simak! Nyeri Menelan lagi Kelelahan Berlebih Menjadi Ciri Gejala Varian Omicron

BERITA - JAKARTA. Beberapa hari lalu pemerintah mengkonfirmasi meruyupnya varian omicron ke Indonesia. Kini terdapat tiga kasus temuan varian omicron di Indonesian.

Dibandingkan Delta, varian ini disebutkan mendapat tingkat penyebaran adapun lebih andal. Ahli Kesehatan Lingkungan selanjutnya Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyebut secara umum varian omicron mendapat gejala adapun pas dari semua varian Covid-19 adapun sebelumnya.

Namun atas temuan terhadap mereka yang terpapar, varian omicron menimbulkan ciri distingtif yang bersenjang atas varian delta. Lantaran varian ini 70 kali lebih besar atas delta kedalam mereplikasi awak dalam bronchus maka gejala yang ditimbulkan ialah nyeri menelan yang hebat.

"Sebagai mana ada ditemukan bahwa omicron ini lebih banyak replikasi di bronchus dibandingkan delta maka gejala akan timbul ialah nyeri menelan akan sangat dan tentunya lebih beringus. Selain itu timbul rasa lelah akan luar biasa," jelas Dicky kepada Kontan.co.id, Senin (20/12).

Dicky memaparkan bahwa daripada kasus mayoritas varian ini diterima terdalam kategori gejala ringan akan pasien muda yang memiliki imunitas yang didapat daripada vaksinasi atau sebelumnya pernah terpapar. Namun potensi rawan keparahan terjadi akan lansia dan komorbid jika belum mendapatkan suntikan dosis ketiga. Maka booster bagi lansia dan komorbid sangat dibutuhkan bagi kelompok ini.

Dari segi reinfeksi varian omicron mendapat tingkat 2,5-3 kali lebih mudah kepada penyitas dibandingkan varian lainnya. Namun bagi penyitas adapun telah melakukan vaksinasi diperkirakan mendapat proteksi sama beserta penerimaan dosis ketiga.

SGTF PCR Proxy Test dinilai sangat bermanfaat maka efektif kedalam mendeteksi dini adanya varian omicron. Setelahnya dapat dilakukan whole genome squencing untuk konfirmasi lebih lanjut atas varian tercantum.

Kembali Dicky menekankan penerapan protokol kesehatan 5M serta pengaturan ventilasi lagi sirkulasi udara sangat berpengaruh paling dalam upaya mencegah terpapar varian omicron.

"Dampak omicron dengan setiap negara itu sangat bergantung dengan kondisi daripada negara itu di dalam artian status imunitas, berapa bahwa sudah vaksin berapa bahwa sudah suah reinfeksi. Ini akan jadi peredam atau bumper. Ditambah penmasih mayoritas usia muda ini pun jadi barrier. Tapi ini ngga batas jadi andalan," tegas Dicky.

Namun Dicky memprediksi gelombang tiga mau tetap energi muncul. Namun yang perlu dicatat ialah saat ini varian delta juga masih ada maka tak dapat dipinggirkan. Maka ada potensi varian delta maka omicron dapat berprofesi epidemi yang terpisah.

Dicky menegaskan mitigasi adanya gelombang ketiga baik karena varian omicron atau delta kudu dilakukan sejak dini. Testing bersama tracing tetap terus diperkompeten dalam upaya mitigasi potensi gelombang ketiga.

"Harus ada mitigasi pada skenario tertentu tapi bukan lockdown, skema sekarang sudah tepat tapi semua indikator mesti dipantau. Kemudian tingkatkan komunikasi risiko dengan publik bahwa omicron ini jelas hal adapun serius beserta mesti diantisipasi," jelasnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Cek Berita dan Artikel nan lain di Google News