Qatar Usir Ribuan Pekerja Asing ketimbang Apartemennya Jelang Piala Dunia

Qatar Usir Ribuan Pekerja Asing ketimbang Apartemennya Jelang Piala Dunia Qatar Usir Ribuan Pekerja Asing ketimbang Apartemennya Jelang Piala Dunia

Pemerintah Qatar mengusir ribuan pekerja asing, yang mayoritas bermula dari Asia lagi Afrika, dari blok apartemen yang memerankan dunia tinggal mereka di pusat ibu kota Doha, jelang Piala Dunia yang bagi dimulai akan 20 November.

Para pekerja asing tersebut mengatakan bahwa otoritas Qatar telah mengosongkan lagi mengatup belasan apartemen yang memaksa mereka akan mencari ajang tinggal darurat, termasuk tidur hadapan trotoar hadapan luar lokasi ajang tinggal sebelumnya.

Di satu gedung yang meneladan penduduk menampung 1.200 orang di distrik Al Mansoura Doha, pihak berwenang memberi mengerti orang-orang sekitar pukul 8 malam pada hari Rabu bahwa mereka tetapi punya waktu dua jam untuk pergi.

Video: Piala Dunia Qatar Termahal Sepanjang Sejarah

“Pejabat kota kembali sekitar pukul 22.30, memaksa semua orang keluar bersama mengunci pintu gedung,” kata mereka seperti dikutip Reuters, Sabtu (29/10). “Beberapa orang tidak dapat kembali tepat era bagi mengambil barang-barang mereka.”

“Kami tidak punya alam untuk pergi,” kata seorang pria kepada Reuters demi hari berikutnya ketika dia bersiap untuk tidur di malam kedua lewat sekitar 10 pria lainnya, sebagian mengenai mereka bertelanjang dada di musim gugur yang panas dan lembab di negara Teluk Arab itu.

Dia, beserta sebagian hebat pekerja lain yang berbicara kepada Reuters, menolak memberikan nama atau detail pribadi mereka karena risau akan hukuman dari pihak berwenang atau majikan.

Di dempetnya, lima pria sedang memuat kasur lagi kulkas tipis ke bagian belakang truk pickup. Mereka mengatakan telah menemukan sebuah kamar dalam Sumaysimah, sekitar 40 km utara Doha.

Benahi Stadion, Jokowi Cari Investasi di Piala Dunia Qatar 2023

Seorang pejabat pemerintah Qatar mengatakan pengusiran itu tidak terkait beserta Piala Dunia beserta dirancang setara beserta rencana komprehensif beserta jangka berjarak adapun sedang berlangsung untuk mengatur kembali wilayah Doha.

“Semua telah dipindahkan ke akomodasi yang aman beserta layak,” kata pejabat itu, seraya menambahkan bahwa permintaan menjumpai mengosongkan telah dilakukan dengan pemberitahuan.

Sekitar 85% dengan tiga juta penbersemayam Qatar adalah pekerja asing. Banyak dengan mereka yang digusur bekerja bak sopir, buruh harian atau mempunyai kontrak dengan perkeaktifanan tetapi patut mencari akomodasi mereka sendiri. Tidak bagaikan pekerja perkeaktifanan konstruksi gendut yang tinggal dempet kamp yang menampung puluhan ribu orang.

Seorang pekerja mengatakan penggusuran itu menargetkan pria lmedan, senyampang pekerja asing dengan keluarga tidak terdampak. Reuters melaporkan lebih melalui selusin bangunan yang berdasarkan penmelungguh telah digusur. Beberapa gedung telah dimatikan listriknya.

Invasi Ukraina, Rusia Ditendang FIFA dari Piala Dunia Qatar 2022

Sebagian agung berada hadapan lingkungan hadapan mana pemerintah telah menyewa bangunan akan akomodasi penonton Piala Dunia. Situs web penyelenggara mencantumkan bangunan hadapan Al Mansoura bersama distrik lain hadapan mana flat diiklankan bersama harga antara US$ 240 bersama US$ 426 per malam.

Pejabat Qatar mengatakan pemerintah kota telah menegakkan undang-undang Qatar 2010 akan melarang "kamp pekerja antara ekstra dalam area perumahan keluarga" - sebutan akan mencakup sebagian besar pusat Doha - selanjutnya memberi mereka kewenangan bagi memindahkan orang keluar.

Beberapa pekerja yang digusur mengatakan mereka berharap menemukan tempat tinggal dalam tengah akomodasi pekerja yang dibangun khusus dalam dalam selanjutnya sekitar zona industri dalam pinggiran barat daya Doha atau dalam kota-kota terpencil, perjalanan jauh atas pekerjaan mereka.

“Penggusuran itu menjaga fasad Qatar yang mewah dan kaya di tempatnya tanpa secara tersibak mengakui tenaga kerja murah yang memungkinkan,” kata Vani Saraswathi, Direktur Proyek di Migrant-Rights.org, yang mengkampanyekan pekerja asing di Timur Tengah.

Mengenal Bacuya, Badak Jawa Bakal Maskot Piala Dunia 2023

“Ini adalah ghetto-isasi bahwa disengaja antara saat-saat terbaik. Tapi penggusuran tanpa pemberitahuan cocok sekali tidak manusiawi antara luar pemahaman,” ujarnya lagi.

Beberapa pekerja mengaku pernah mengalami penggusuran berantai. Seseorang mengatakan dia dipaksa bagi mengubah bangunan dekat Al Mansoura dalam akhir September, hanya bagi dipindahkan dalam 11 hari terus tanpa pemberitahuan sebelumnya, bersama dengan sekitar 400 lainnya.

Mohammed, seorang pengemudi dari Bangladesh, mengatakan dia telah tinggal hadapan area yang pas selama 14 tahun santak Rabu, ketika pemerintah kota memberi tahu dia bahwa dia mendapat era 48 jam akan meninggalkan vila yang dia tinggali bersama 38 orang lainnya.

Video: Melongok Stadion Megah Qatar demi Piala Dunia 2022

Dia mengatakan para pekerja yang membangun infrastruktur bagi Qatar dalam tuan rumah Piala Dunia disingkirkan saat turnamen semakin dampil.

“Siapa akan meampuhkan stadion? Siapa akan meampuhkan jalan? Siapa akan meampuhkan segalanya? Bengali, Pakistan. Orang-orang sebagai kami. Sekarang mereka mengusir kami semua,” kata Mohammed.