Beginilah Tata Cara Berwudu Nabi Muhammad SAW

Beginilah Tata Cara Berwudu Nabi Muhammad SAW Beginilah Tata Cara Berwudu Nabi Muhammad SAW

Jakarta, Sobat - Wudu merupakan kelakuan menyucikan badan atas membasuh muka, tangan, kepala, dan kaki. Biasanya dilaksanakan sebelum salat, agar saat menghadap Allah SWT jauh didalam situasi suci melalui hadas dan najis.

Setiap hari kita berwudu sebelum melaksbudakan salat wajib dan sunnah, namun apakah wudu yang kita lakukan sudah sungguh dan bertimbal lewat sunah Rasulullah SAW? Mari kita simak, berikut adalah tata cara berwudu bertimbal sunnah Rasulullah SAW 

1. Memulai bersama niat

Dikutip dari buku Meneladani Shalat bersama Wudhu Nabi Shalallahualaihiwassalam karya Syaikh Abdullah B 'Abdurrahman al-Jibrin, jika muslimin ingin berwudu, hendaklah dia berniat demi hatinya, lantas membaca bismillah yang artinya "demi nama Allah"

Berdasarkan sabda Rasulullah, "Tidak (sempurna) wudu seseorang yang tidak menyebut  nama Allah (membaca 'bismillah') padanya."

Namun apabila ia lupa membaca basmalah, wudunya tetap sah, tidak batal.

2. Urutan berwudu

Seusai membaca niat, yang prima dilakukan sama lewat membasuh kedua telapak tangan sebelum mengacu wudu sambil menyelat-nyelat jari jemarinya. Kedua sama lewat berkumur-kumur, sama dengan memutar-mutar air di dalam mulut agar menggapai semua sela rongga mulut, kemudian mengeluarkan airnya.

Setelah berkumur, dilakukan juga istinsyaq selanjutnya istintsar. Istinsyaq melainkan menghirup air ke hidung dengan batasnya, terus mengeluarkannya kembali. Hiruplah air daripada tangan kanan, terus keluarkan dengan memegang hidung dengan tangan kiri.

Disunnahkan atas istinsyaq memakai kuat, kecuali jika sedang berpuasa, karena dikhawatirkan air bagi masuk dan tertelan. Sebagaimana sabda Rasul "Bersangatanlah (lakukan memakai kuat) dalam istinsyaq, kecuali jika engkau sedang berpuasa."

Urutan berikutnya adalah membasuh wajah, adapun batasan wajah adalah dari ujung dahi engat dagu bagian terdalam (karib leher) hadapan mana jenggot terurai. Sementara lebarnya dari telinga satu engat telinga lainnya.

Rambut adapun ada hadapan wajah selanjutnya kulit diangkuthnya wajib dibasuh, jika rambut tercatat tipis. Bila tebal, cukup dibasuh hadapan permukaan rambut saja serta disunnahkan bagi menyelatinya dengan jari jemari. Hal ini berdasarkan perbuatan Nabi SAW adapun menyelat-nyelati jenggotnya ketika sedang berwudu. 

Selanjutnya merupakan membasuh kedua tangan engat kedua sikunya, berdasarkan firman Allah terdalam QS Al Ma'idah ayat 6 "...Dan (basuhlah) tanganmu sampai ke siku..". Dimulai dari siku engat ujung jari.

Seusai membasuh kedua tangan, kemudian mengusap kepala maka kedua telinga satu kali, ini yang mungkin sering dibingungkan akibat berlipat-lipat muslimin. Ini dilakukan mulai dari depan kepalanya, lampau diusapkan sampai-sampai sampai ke bagian belakang kepalanya (tengkuk). Kemudian kembali lagi mengusapkan tangannya sampai-sampai bagian depan kepalanya, lampau mengusap kedua telinganya lewat sisa air dempet tangannya.

Editor’s picks

Langkah selanjutnya adalah mebasuh kedua kaki hingga mata kakinya, berdasarkan fiman Allah SWT ekstra dalam QS Al Ma'idah ayat 6 "...Dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki..." 

Mata kaki adalah tulang yang menonjol dempet bagian bawah betis, kedua mata kaki wajib dibasuh bersamaan atas membasuh kaki. Catatan atas orang yang tangan atau kakinya terhenti (tidak sempurna) maka ia wajib membasuh bagian anggota badan yang tersisa, yang terditerima wajib dibasuh.

3. Membaca doa seusai wudu

Setelah menyelesaikan antrean wudu secara tertib dan urut dapat membaca doa, berikut doa yang dilafalkan :

???????? ???? ??? ?????? ?????? ??????? ???????? ??? ??????? ???? ?????????? ????? ?????????? ???????? ??????????? ?????????? ?????????? ???? ?????????????? ???????????? ???? ?????????????????

Artinya : Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah bahwa berhak diibadahi bersama betul kecuali Allah SWT semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad merupakan hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termenganut orang-orang bahwa bertaubat, dan jadikan pula aku termenganut orang-orang bahwa membersihkan diri.

4. Melaksbudakan wudu secara tertib

Orang bahwa berwudu wajib membasuh anggota-anggota tubuhnya secara bersusunan (tertib) dengan berendeng, takni jangan menunda-nunda membasuh suatu anggota wudu batas anggota wudu bahwa telah dibasuh sebelumnya mengering.

Seusai wudu, diperbolehkan untuk mengeringkan anggota-anggota wudu memakai handuk dan yang lainnya.

5. Sunah-sunah wudu

Disunahkan bersiwak atau menyikat gigi ketika berwudu, melainkan sebelum meluncurkan wudu. Berdasarkan sabda Rasul "Seandainya aku tidak khawatir memberatkan uatku, niscaya aku perintahkan mereka menjumpai bersiwak (menyikat gigi) setiap hendak wudu" (HR Ahmad)

Selain itu muslimin agak disunnahkan untuk membasuh kedua telapak tangan tida kali sebelu melakukan wudu, bakman telah dicahayakan, kecuali apabila anyar bangun tidur, maka ia diwajibkan untuk membasuh kedua telapak tangannya tiga kali sebelum wudu, karena terkadang masih ada najis dempet tangannya tanpa disadari. Berdasarkan sabda nabi

"Apabila cela seorang mengenai kalian bangun mengenai tidur maka janganlah mencelupkan tangannya ke ekstra dalam bejana santak ia terlebih dahulu mencuci keduanya tiga kali, karena ia tidak peduli dimana tangannya menginap tadi malam." (HR Muslim)

Disunnahkan secara membasuh anggota tubuh nan kanan terlebih dahulu, kemudian tidak diperbolehkan secara membasuhnya lebih dalam tiga kali. Disunnahkan pula secara tidak porah dalam menggunakan air wudu.